<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN IPS KOTA Cimahi &#187; SEJARAH</title>
	<atom:link href="http://mgmpips.wordpress.com/category/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mgmpips.wordpress.com</link>
	<description>Blog Resmi MGMP IPS Kota Cimahi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Apr 2008 15:29:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mgmpips.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9e1d3b8ac4f60e683e1ce49ce0a3c960?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN IPS KOTA Cimahi &#187; SEJARAH</title>
		<link>http://mgmpips.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>ERA PASCA SUHARTO</title>
		<link>http://mgmpips.wordpress.com/2007/06/21/era-pasca-suharto/</link>
		<comments>http://mgmpips.wordpress.com/2007/06/21/era-pasca-suharto/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 15:58:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgmpips.wordpress.com/2007/06/21/era-pasca-suharto/</guid>
		<description><![CDATA[ERA PASCA SUHARTO: 3 KEKUATAN POLITIK RAKSASA
Oleh HS. Hidayat Supangkat *)
Dalam era pasca Suharto kita telah menemukan tiga kekuatan politik raksasa
di Indonesia yang akan menentukan nasib bangsa dalam waktu yang tidak ter-
lalu lama ini: 1. ABRI 2. Muslim 3. Proletar.
Sejak lama ABRI merupakan kekuatan politik yang paling kuat karena dwifung-
sinya berhasil meneruskan karisma TNI sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mgmpips.wordpress.com&blog=806823&post=75&subd=mgmpips&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>ERA PASCA SUHARTO: 3 KEKUATAN POLITIK RAKSASA<br />
Oleh HS. Hidayat Supangkat *)</p>
<p>Dalam era pasca Suharto kita telah menemukan tiga kekuatan politik raksasa<br />
di Indonesia yang akan menentukan nasib bangsa dalam waktu yang tidak ter-<br />
lalu lama ini: 1. ABRI 2. Muslim 3. Proletar.<br />
Sejak lama ABRI merupakan kekuatan politik yang paling kuat karena dwifung-<br />
sinya berhasil meneruskan karisma TNI sebagai pejuang kemerdekaan RI dan<br />
telah disinabungkan oleh Bung Karno dan Presiden Suharto dan terpaksa di-<br />
lanjutkan oleh Presiden Habibie.<br />
ABRI ini mempunyai kekuatan yang paling dahsyat karena historinya, karena<br />
sudah merupakan establishment yang tidak bisa digoyang goyang, dan last<br />
but not least karena organisasi dan disiplinnya yang canggih. Tidak ada ke-<br />
kuatan politik lain yang mempunyai kinerja a la ABRI yang modern. Di atas<br />
kesemuanya itu di Indonesia ini hanya ABRI mempunyai sistem kerjasama<br />
internasional baik dengan Israel secara tertutup dan dengan DIA (Defense Intel-<br />
ligence Agency) Pentagon secara terbuka, untuk tidak menyinggung CIA yang<br />
terlalu sensitif.<br />
Kekuatan kedua adalah Muslim, NU di bawah pimpinan Gus Dur yang walaupun<br />
sudah lumpuh masih tetap bersemangat dan bisa digantikan pemimpin lainnya.<br />
Kekuatan Muslim terakhir adalah Muhammadiyah di bawah pimpinan Amien<br />
Rais yang akhir akhir ini semakin menonjol dan populer.<br />
Muslim yang kalau dijumlahkan berkekuatan lk 58 sampai 60 juta itu sampai<br />
detik ini masih pecah dan tidak mengkhawatirkan bagi mereka yang menderita<br />
Islam-phobia.<br />
Kekuatan ketiga adalah kekuatan baru yang latent (tersembunyi): Proletar !<br />
Mungkin istilah ini merupakan kejutan dahsyat bagi para anti-komunis dan<br />
golongan allergis-Marxist. Sekalipun saya pribadi adalah non-marxis, non-komu-<br />
nis, terpaksa menggunakan istilah ini untuk menggugah mereka yang masih<br />
tertidur dan menganggap enteng kekuatan baru ini.<br />
Proletar Indonesia harus diakui merupakan mayoritas, namun mereka itu tidak<br />
mempunyai organisasi, tidak mempunyai pemimpin, tidak mempunyai ideologi,<br />
betul betul tidak mempunyai apa apa kecuali baju yang melekat di tubuhnya.<br />
Mereka itu merupakan Kumbakarna tidur yang kalau sudah bangun mempunyai<br />
kekuatan dahsyat yang destruktif!<br />
Tampaklah bahwa di antara ketiga kekuatan itu ABRI yang paling unggul hingga<br />
diduga akan mampu memelihara keamanan dan ketertiban nasional.<br />
Namun menurut sejarah dan pengalaman kita, politik itu paling unpredictable.<br />
Da-<br />
lam sekejap bisa terjadi yang selama ini dianggap &#8220;inconceivable&#8221; (mustahil).<br />
Kalau Muslim fundamentalis masih predictable karena para pemimpinnya masih<br />
bisa &#8220;dipegang&#8221;, maka Proletar yang tidak berideologi dan tidak punya pemimpin<br />
tidak bisa di tackle kalau sudah terlanjur bergerak bangun dari tidurnya.<br />
Satu satunya jalan untuk menenangkan Proletar adalah mencukupi sandang pa-<br />
ngannya justru dalam masa kritik seperti sekarang ini. Inilah tugas mission imp<br />
possible Presiden Habibie dan ABRI dan NU, Muhammadiyah yang harus bahu<br />
membahu mencegah dan mengamankan potensi destruktifnya Proletar, tapi<br />
juga tidak menambah kekecewaan, menambah lapar mereka.<br />
*) Wartawan Indonesia di PBB dan New York.<br />
Kita sudah menyaksikan dengan matakepala sendiri betapa peristiwa Mei yang<br />
hanya terjadi di satu kota, Jakarta, begitu menakutkan sehingga penduduk asing<br />
dan keturunan Cina berlarian ke luar negeri. Padahal ini baru sebagian kecil<br />
yang sporadis. Kita tidak bisa membayangkan kalau terjadi serempak jangankan<br />
di seluruh Indonesia, di Jawa saja akan cukup menggegerkan dunia a la letusan<br />
Gunung Krakatau. Memang lebih tepat Proletar Indonesia ini disebut Gunung<br />
Krakatao yang aktif tapi tidur&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mgmpips.wordpress.com/75/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mgmpips.wordpress.com/75/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mgmpips.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mgmpips.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mgmpips.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mgmpips.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mgmpips.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mgmpips.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mgmpips.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mgmpips.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mgmpips.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mgmpips.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mgmpips.wordpress.com&blog=806823&post=75&subd=mgmpips&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgmpips.wordpress.com/2007/06/21/era-pasca-suharto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a63edc6f50e5be5df8e5dc1b14d8c16?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ERA PASCA SUHARTO: 3 KEKUATAN POLITIK RAKSASA</title>
		<link>http://mgmpips.wordpress.com/2007/03/01/era-pasca-suharto-3-kekuatan-politik-raksasa/</link>
		<comments>http://mgmpips.wordpress.com/2007/03/01/era-pasca-suharto-3-kekuatan-politik-raksasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 09:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgmpips.wordpress.com/2007/03/01/era-pasca-suharto-3-kekuatan-politik-raksasa/</guid>
		<description><![CDATA[                             Oleh HS. Hidayat Supangkat *) 
Dalam era pasca Suharto kita telah menemukan tiga kekuatan politik raksasa
di Indonesia yang akan menentukan nasib bangsa dalam waktu yang tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mgmpips.wordpress.com&blog=806823&post=29&subd=mgmpips&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">                             Oleh HS. Hidayat Supangkat *) </span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Dalam era pasca Suharto kita telah menemukan tiga kekuatan politik raksasa<br />
di </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Indonesia</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;"> yang akan menentukan nasib bangsa dalam waktu yang tidak ter-<br />
lalu lama ini: 1. ABRI 2. Muslim 3. Proletar. </span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Sejak lama ABRI merupakan kekuatan politik yang paling kuat karena dwifung-<br />
sinya berhasil meneruskan karisma TNI sebagai pejuang kemerdekaan RI dan<br />
telah disinabungkan oleh Bung Karno dan Presiden Suharto dan terpaksa di-<br />
lanjutkan oleh Presiden Habibie. </span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">ABRI ini mempunyai kekuatan yang paling dahsyat karena historinya, karena<br />
sudah merupakan establishment yang tidak bisa digoyang goyang, dan last<br />
but not least karena organisasi dan disiplinnya yang canggih. Tidak ada ke-<br />
kuatan politik lain yang mempunyai kinerja a la ABRI yang modern. Di atas<br />
kesemuanya itu di Indonesia ini hanya ABRI mempunyai sistem kerjasama<br />
internasional baik dengan Israel secara tertutup dan dengan DIA (Defense Intel-<br />
ligence Agency) Pentagon secara terbuka, untuk tidak menyinggung CIA yang<br />
terlalu sensitif. </span></p>
<p><span id="more-29"></span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Kekuatan kedua adalah Muslim, NU di bawah pimpinan Gus Dur yang walaupun<br />
sudah lumpuh masih tetap bersemangat dan bisa digantikan pemimpin lainnya.<br />
Kekuatan Muslim terakhir adalah Muhammadiyah di bawah pimpinan Amien<br />
Rais yang akhir akhir ini semakin menonjol dan populer.<br />
Muslim yang kalau dijumlahkan berkekuatan lk 58 sampai 60 juta itu sampai<br />
detik ini masih pecah dan tidak mengkhawatirkan bagi mereka yang menderita<br />
Islam-phobia. </span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Kekuatan ketiga adalah kekuatan baru yang latent (tersembunyi): Proletar !<br />
Mungkin istilah ini merupakan kejutan dahsyat bagi para anti-komunis dan<br />
golongan allergis-Marxist. Sekalipun saya pribadi adalah non-marxis, non-komu-<br />
</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">nis</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">, terpaksa menggunakan istilah ini untuk menggugah mereka yang masih<br />
tertidur dan menganggap enteng kekuatan baru ini. </span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Proletar </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Indonesia</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;"> harus diakui merupakan mayoritas, namun mereka itu tidak<br />
mempunyai organisasi, tidak mempunyai pemimpin, tidak mempunyai ideologi,<br />
betul betul tidak mempunyai apa apa kecuali baju yang melekat di tubuhnya.<br />
Mereka itu merupakan Kumbakarna tidur yang kalau sudah bangun mempunyai<br />
kekuatan dahsyat yang destruktif! </span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Tampaklah bahwa di antara ketiga kekuatan itu ABRI yang paling unggul hingga<br />
diduga akan mampu memelihara keamanan dan ketertiban nasional. </span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Namun menurut sejarah dan pengalaman kita, politik itu paling unpredictable.<br />
Da-<br />
lam sekejap bisa terjadi yang selama ini dianggap &#8220;inconceivable&#8221; (mustahil). </span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Kalau Muslim fundamentalis masih predictable karena para pemimpinnya masih<br />
bisa &#8220;dipegang&#8221;, maka Proletar yang tidak berideologi dan tidak punya pemimpin<br />
tidak bisa di tackle kalau sudah terlanjur bergerak bangun dari tidurnya. </span></p>
<p><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Satu satunya jalan untuk menenangkan Proletar adalah mencukupi sandang pa-<br />
ngannya justru dalam masa kritik seperti sekarang ini. Inilah tugas mission imp<br />
possible Presiden Habibie dan ABRI dan NU, Muhammadiyah yang harus bahu<br />
membahu mencegah dan mengamankan potensi destruktifnya Proletar, tapi<br />
juga tidak menambah kekecewaan, menambah lapar mereka.<br />
*) Wartawan </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Indonesia</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;"> di PBB dan </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">New York</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">.<br />
Kita sudah menyaksikan dengan matakepala sendiri betapa peristiwa Mei yang<br />
hanya terjadi di satu </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">kota</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">, </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Jakarta</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">, begitu menakutkan sehingga penduduk asing<br />
dan keturunan Cina berlarian ke luar negeri. Padahal ini baru sebagian kecil<br />
yang sporadis. Kita tidak bisa membayangkan kalau terjadi serempak jangankan<br />
di seluruh </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Indonesia</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">, di Jawa saja akan cukup menggegerkan dunia a la letusan<br />
Gunung Krakatau. Memang lebih tepat Proletar </span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;">Indonesia</span><span style="font-size:8.5pt;font-family:Arial;"> ini disebut Gunung<br />
Krakatao yang aktif tapi tidur&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mgmpips.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mgmpips.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mgmpips.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mgmpips.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mgmpips.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mgmpips.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mgmpips.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mgmpips.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mgmpips.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mgmpips.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mgmpips.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mgmpips.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mgmpips.wordpress.com&blog=806823&post=29&subd=mgmpips&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgmpips.wordpress.com/2007/03/01/era-pasca-suharto-3-kekuatan-politik-raksasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a63edc6f50e5be5df8e5dc1b14d8c16?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rindukan Zaman Itu…Khalifah Umar Abdul Aziz</title>
		<link>http://mgmpips.wordpress.com/2007/02/28/rindukan-zaman-itu%e2%80%a6khalifah-umar-abdul-aziz/</link>
		<comments>http://mgmpips.wordpress.com/2007/02/28/rindukan-zaman-itu%e2%80%a6khalifah-umar-abdul-aziz/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2007 15:07:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mgmpips.wordpress.com/2007/02/28/rindukan-zaman-itu%e2%80%a6khalifah-umar-abdul-aziz/</guid>
		<description><![CDATA[Baru satu abad telah berlalu, namun keadaan umat Islam jauh sekali berbeza
berbanding dengan zaman Rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya dahulu.
Bibit-bibit jahiliyah yang dihapuskan Rasulullah s.a.w. telah mula
berputik kembali. Sifat suka mementingkan kabilah, semangat berpuak dan
mengutama saudara sendiri menjadi ciri-ciri baru kerajaan Islam pada masa
itu. Kerajaan tidak lagi dinilai dengan neraca al-Quran dan as-Sunnah,
tetapi diukur atas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mgmpips.wordpress.com&blog=806823&post=27&subd=mgmpips&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Baru satu abad telah berlalu, namun keadaan umat Islam jauh sekali berbeza</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">berbanding dengan zaman Rasulullah s.a.w. dan para sahabatnya dahulu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bibit-bibit jahiliyah yang dihapuskan Rasulullah s.a.w. telah mula</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">berputik kembali. Sifat suka mementingkan kabilah, semangat berpuak dan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">mengutama saudara sendiri menjadi ciri-ciri baru kerajaan Islam pada masa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">itu. Kerajaan tidak lagi dinilai dengan neraca al-Quran dan as-Sunnah,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">tetapi diukur atas keperluan semasa dan kepentingan negara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pemimpin-pemimpin Islam sudah pandai bermewah-mewah, melakukan penindasan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dan bermegah diri. Sehinggakan Baitul Mal, jadikan sebagai harta peribadi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">mereka. Masyarakat Islam pula semakin kaya dan leka, mereka semakin</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">meninggalkan penghayatan ilmu dan nilai-nilai Islam. Kekuatan hawa nafsu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dan bisikan syaitan telah mencampak mereka ke lembah kealpaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kasih sayang tuhan mengatasi segala-galanya. Dia tidak ingin melihat umat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Islam tergelincir ke dalam kegelapan. Dalam cahaya suram yang kelam,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">terpancarlah sinar yang membawa seribu harapan. Khalifah Umar Abdul Aziz</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">menyelamatkan Islam dan umatnya dengan mengembalikan Islam seolah-olah ke</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">zaman permulaannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Umar Abdul Aziz adalah seorang bangsawan yang berbudi halus dan wara’.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Walaupun dikelilingi dengan kekayaan dan kemewahan, beliau tidak hanyut</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dan leka. Beliau menjadi kegilaan anak gadis kerana ketampanannya, dan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">sering menjadi ikutan pemuda pada zaman itu. Sejak kecil lagi beliau didik</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dengan ilmu agama. Minat dan kecenderuangan beliau kepada ilmu,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>membawa beliau ke kota Madinah. Di sanalah beliau mempelajari dan mendalami ilmu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">agama dari tokoh-tokoh Islam zaman itu. Semasa pemerintahan al-Walid ibn</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Abdul Aziz, beliau telah menjadi gabenor Madinah selama 7 tahun. Di sini</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">beliau telah menunjukkan ciri-ciri seorang pemimpin Islam sejati. Sehingga</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Anas ibn Malik berkata: “Aku tidak pernah menjumpai Imam</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>selepas Rasulullah s.a.w. yang menyerupai sembahyangnya seperti Rasulullah s.a.w.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">kecuali pemuda ini, Umar Abdul Aziz iaitu gabenor Madinah”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-27"></span>Sebaik saja dilantik sebagai khalifah, Umar Abdul Aziz terus membersihkan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">kerajaan dengan memecat gebenor dan pegawai yang kejam dan tidak adil.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hamba sahaya milik</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>keluarga di raja juga telah dimerdekakan, semua barang</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">kemas dan hadiah yang diterima beliau dan isterinya semasa pertabalan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">telah diserahkan semuanya kepada Baitul Mal. Istana pula telah dihias</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">secara sederhana sahaja. Umar Abdul Aziz menganggap dirinya sebagai</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">pengganti kepada datuknya iaitu khalifah Umar al-Khattab. Kerana itulah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">beliau digelar sebagai Umar II. Hidup beliau telah berubah sama sekali,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">kemewahan dan kemegahan telah ditanggalkan dan digantikan dengan kehidupan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">yang penuh zuhud dan kesederhanaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pernah suatu ketika, Umar Abdul Aziz memerhatikan anak-anak perempuannya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">menutup mulut dengan tangan ketika berbual dengannya. Selepas menyiasat,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">beliau dapati hanya bawang dan kacang</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>sahaja yang terdapat dirumahnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Anak-anaknya berbuat demikian kerana takut menganggu beliau dengan bau</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">bawang. Dengan berlinangan air mata beliau berkata: “Wahai anakkku adakah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">kamu inginkan makanan yang enak sedangkan ayahmu dihumban ke dalam</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">neraka?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beliau adalah khalifah kepada sebuah empayar terbesar zaman itu,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>namun</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">tidak mempunyai duit yang mencukupi untuk menunaikan haji. Sehinggalah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">sampai satu masa, beliau diberitahu khadamnya, duit untuk menunaikan haji</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">telah mencukupi hasil dari pendapatannya sebagai khalifah. Akan tetapi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Umar menjawab: “Kami telah mengambil manfaat harta ini sekelian lama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekarang orang Islam berhak menikmati hasilnya.” Kemudian</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>beliau</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">memasukkan semua hasil pendapatan itu ke dalam Baitul Mal. Pernah juga</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Umar Abdul Aziz datang untuk lewat menghadiri solat Jumaat kerana terpaksa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">menunggu bajunya yang sehelai itu kering.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beliau adalah seorang yang zuhud dan sangat berhati-hati. Jika ada</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">mana-mana pegawai dan ahli keluarga yang ingin menemuinya atas urusan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">peribadi, serta merta beliau memadamkan lilin yang dibekalkan kerajaan dan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">menggunakan lilinnya sendiri. Beliau tidak pernah mengguna air panas</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">daripada dapur awam atau menghidu wangi-wangian milik Baitul Mal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam pentadbiran pula, Umar Abdul Aziz telah mengubah kerajaannya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">sehingga kebajikan rakyat menjadi matlamat utama. Sebelum Umar, perhatian</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">negara hanya terhad kepada memungut hasil cukai dan pembangunan material</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">tanpa memberi penumpuan kepada pembangunan rohani dan keagamaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebaliknya, semasa pemerintahan beliau, sangat sukar untuk berjumpa dengan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">pengemis atau fakir miskin yang berhak menerima zakat. Pernah Yahya Ibn</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sa’id meriwayatkan,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Umar melantik beliau memungut zakat di Afrika, setelah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">selesai memungut zakat beliau mencari orang-orang yang berhajat kepada</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">zakat, tatapi gagal bertemu seorang pun yang boleh diberi bantuan. Lalu</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">beliau membeli beberapa orang hamba sahaya dan memerdekakan mereka bagi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">pihak kaum muslimin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Umar Abdul Aziz</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>selalu mengutamakan prinsip, tuntutan moral dan kehendak</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">agama daripada keuntungan politik yang berbentuk duniawi. Dengan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">keunggulan peribadi dan kehebatan kerajaan yang dipimpinnya, semakin ramai</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">orang bukan Islam memeluk Islam.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selain daripada kemakmuran hidup, Umar Abdul Aziz telah membawa perubahan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">yang lebih besar lagi dalam kerajaannya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>iaitu mangubah kecenderungan dan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">sikap rakyat jelata. Jika semasa zaman Khalifah al-Walid, perbincangan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">rakyat lebih tertumpu kepada bangunan dan seni bina kerana itulah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">kecenderungan al-Walid, Khalifah Sulaiman pula minat kepada perempuan dan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">majlis makan yang besar, dan itulah menjadi keasyikan dan perbualan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">rakyatnya. Tetapi dalam masa pemerintahan Umar Abdul Aziz, tajuk-tajuk</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">yang berkaitan dengan sembahyang, doa dan ibadah menjadi topik perbualan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">utama. Masing-masing bermuhasabah untuk meningkatkan nilai ibadah mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pembaharuan yang beliau lakukan dalam masyarakat Islam adalah hasil</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">pancaran cahaya rohani dalam dirinya. Keimanan yang teguh, cinta dan takut</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">kepada Allah s.w.t. dan keyakinan terhadap hari pembalasan menjadikan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">beliau seorang pemimpin agung dalam sejarah Islam. Sehingga ada orang</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">mengatakan beliau adalah khalifah Islam yang kelima daripada Khulafa</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">ar-Rasyidin selepas Sayidina Abu Bakar, Umar, Othman dan Ali. Andai kata</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">beliau ditakdirkan memerintah lebih lama, sudah pasti dunia Islam akan</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">menyaksikan perubahan yang menyeluruh dalam semua aspek kehidupan. Tetapi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">kehendak tuhan mengatasi keinginan dan impian manusia. Beliau telah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dipanggil mengadap Ilahi setelah dua tahun lima</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>bulan memayungi umat Islam</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">dengan al-Quran dan sunnah Rasulullah s.a.w.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal">Oleh: Ibad Ahmady</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mgmpips.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mgmpips.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mgmpips.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mgmpips.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mgmpips.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mgmpips.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mgmpips.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mgmpips.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mgmpips.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mgmpips.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mgmpips.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mgmpips.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mgmpips.wordpress.com&blog=806823&post=27&subd=mgmpips&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mgmpips.wordpress.com/2007/02/28/rindukan-zaman-itu%e2%80%a6khalifah-umar-abdul-aziz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a63edc6f50e5be5df8e5dc1b14d8c16?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Admin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>