MODEL IPS TERPADU ( Bag.2)

STRATEGI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

ILMU PENGETAHUAN SOSIAl TERPADU

 

A.     Perencanaan

Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran terpadu bergantung pada kesesuaian rencana yang dibuat dengan kondisi dan potensi peserta didik (minat, bakat, kebutuhan, dan kemampuan). Untuk menyusun perencanaan pembelajaran terpadu perlu dilakukan langkah-langkah berikut ini.

1.      Pemetaan Kompetensi Dasar

2.      Penentuan Topik/tema

3.      Penjabaran (perumusan) Kompetensi Dasar ke dalam indikator sesuai topik/tema

4.      Pengembangan Silabus

5.      Penyusunan Desain/Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Langkah-langkah tersebut secara rinci dijelaskan sebagai berikut ini.

1.   Pemetaan Kompetensi Dasar

 

Langkah pertama dalam pengembangan model pembelajaran terpadu adalah melakukan pemetaan pada semua Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar bidang kajian IPS per kelas yang dapat dipadukan. Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh.

Kegiatan yang dapat dilakukan pada pemetaan ini antara lain dengan:

1)     mengidentifikasi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat dipadukan dalam satu tingkat kelas yang sama; dan

2)     menentukan tema/topik pengikat antar-Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

Beberapa ketentuan dalam pemetaan Kompetensi Dasar dalam pengembangan model pembelajaran terpadu IPS adalah sebagai berikut.

a.      Mengidentifikasikan beberapa Kompetensi Dasar dalam berbagai Standar Kompetensi   yang memiliki potensi untuk dipadukan.

b.      Beberapa Kompetensi Dasar yang tidak berpotensi dipadukan, jangan dipaksakan untuk dipadukan dalam pembelajaran. Kompetensi Dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan/disajikan secara tersendiri.

c.      Kompetensi Dasar dipetakan tidak harus berasal dari semua Standar Kompetensi yang ada pada mata pelajaran IPS pada kelas yang sama, melainkan memungkinkan hanya dua atau tiga Kompetensi Dasar saja.

d.      Kompetensi Dasar yang sudah dipetakan dalam satu topik/tema masih bisa dipetakan dengan topik/tema lainnya.

Berikut ini contoh pemetaan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPS yang dapat diintegrasikan/dipadukan.

Peta Kompetensi Dasar yang Berpotensi IPS Terpadu

Kelas VII

 

No.

Geografi

Sosiologi

Ekonomi

Sejarah

Tema

1. Semester 2

6.1    Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk, penggunaan lahan, dan pola permukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan bumi.

Semester 1

2.3  Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial

2.4  Menguraikan proses interaksi sosial

Semester 2

6.2 Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi barang/jasa.

6.2.  Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi, yang meliputi kegiataan  konsumsi, produksi, dan distribusi barang /jasa

6.3. Mendes-kripsikan peran badan usaha, termasuk koperasi, sebagai tempat berlangsungnya proses  produksi dalam kaitannya dengan pelaku ekonomi

Semester 1

5.1  Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Hindu-Buddha, serta peninggalan-peningalannya

5.2  Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalan-peningalannya

5.3  Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa

Kegiatan Ekonomi Penduduk
2 Semester 1

1.1  Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan

Semester 1

2.1 Mendeskripsikan interaksi sebagai proses sosial.

Semester 1

6.2     Mendeskripsikan kegiatan pokok ekonomi, yang meliputi kegiataan  konsumsi, produksi, dan distribusi barang /jasa

6.3. Mendes-kripsikan peran badan usaha, termasuk koperasi, sebagai tempat berlangsungnya proses  produksi dalam kaitannya dengan pelaku ekonomi

6.4.  Menggunakan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan

Semester 2

5.1  Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalan-peninggalannya

Bali sebagai daerah tujuan wisata

 

 

 

 

 

 

Baca lebih lanjut

Iklan

MODEL IPS TERPADU ( Bag.1)

KERANGKA BERPIKIR

 

A.  Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu-ilmu sosial seperti: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya.  Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang-cabang ilmu-ilmu sosial (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya). IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum  sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang-cabang ilmu-ilmu sosial: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, antropologi, filsafat, dan psikologi sosial.

 

Geografi, sejarah, dan antropologi merupakan disiplin ilmu yang memiliki keterpaduan yang tinggi. Pembelajaran geografi memberikan kebulatan wawasan yang berkenaan dengan wilayah-wilayah, sedangkan sejarah memberikan wawasan berkenaan dengan peristiwa-peristiwa dari berbagai periode. Antropologi meliputi studi-studi komparatif yang berkenaan dengan nilai-nilai, kepercayaan, struktur sosial, aktivitas-aktivitas ekonomi, organisasi politik, ekspresi-ekspresi dan spiritual, teknologi, dan benda-benda budaya dari budaya-budaya terpilih. Ilmu politik dan ekonomi tergolong ke dalam ilmu-ilmu tentang kebijakan pada aktivitas-aktivitas yang berkenaan dengan pembuatan keputusan. Sosiologi dan psikologi sosial merupakan ilmu-ilmu tentang perilaku seperti konsep peran, kelompok, institusi, proses interaksi dan kontrol sosial. Secara intensif konsep-konsep seperti ini digunakan ilmu-ilmu sosial dan studi-studi sosial.

 

Baca lebih lanjut

MDGs: Standard Penilaian Perkembangan Negara

Oleh : Veronica Adesla, S.Psi
Jakarta, 28 Mei 2007

Berdasarkan laporan “A Future Within Reach” maupun laporan MDGs (Millenium Development Goals) Asia Pasifik tahun 2006, Indonesia menempati kategori terbawah bersama  Bangladesh, Laos, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Papua Nugini, dan Filipina (Kompas, 2007). Beberapa tahun yang lalu, Indonesia telah menempati kategori sebagai negara berkembang, Namun berdasarkan laporan di atas, nampaknya kini predikat tersebut tidak lagi melekat. Negara Indonesia kini mengalami kemunduran yang cukup signifikan pada berbagai aspek pembangunan.

 

Apakah yang menjadi dasar penilaian negara-negara di Asia Pasifik ini? Dasar penilaian yang digunakan adalah MDGs. MDGs adalah sebuah arahan untuk mencapai perkembangan milenium yang wajib diikuti oleh seluruh negara di dunia. MDGs berisi 8 buah tujuan pembangunan milenium, beserta target dan indikatornya masing-masing, dilengkapi dengan strategi dan variabel pendukung lainnya. Dalam MDGs, dibahas mengenai penanganan kemiskinan yang bersifat ekstrim, hingga rencana penghentian penyebaran HIV/AIDS, dan pengadaan pendidikan dasar yang bersifat universal. Target pencapaian MDGs untuk seluruh negara di dunia adalah pada tahun 2015 ( UNDP, 2007).

 

8 buah tujuan pembangunan milenium dalam MDGs berdasarkan UNDP / United Nations Development Programme (2007) adalah sebagai berikut: Baca lebih lanjut